Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Teknologi, Dukung Ketahanan Pangan

www.peristiwaJatim.com.ǁSumenep,31 Mei 2026-Upaya penguatan ketahanan pangan terus dilakukan di Kabupaten Sumenep, Madura.

Salah satunya melalui dukungan terhadap pengembangan pertanian berbasis teknologi atau smart farming yang mulai diterapkan oleh petani milenial di wilayah tersebut.

Dukungan itu ditunjukkan jajaran Polres Sumenep dengan menghadiri kegiatan panen melon menggunakan metode Machida di Desa Kasengan, Kecamatan Manding pada Jumat (29/5/2026).

Polres Sumenep Tinjau Langsung Budidaya Melon Modern

Dalam kegiatan tersebut, Kabag SDM Polres Sumenep Kompol Widiarti Sutioningtyas meninjau langsung proses budidaya melon yang dikembangkan di dalam green house menggunakan teknologi modern.

Selain melihat hasil panen, Kompol Widiarti juga berdialog dengan petani dan penyuluh pertanian terkait sistem pengelolaan tanaman, mulai dari pemberian nutrisi hingga teknik perawatan yang diterapkan secara presisi.

Menurutnya, inovasi yang dilakukan petani milenial di Desa Kasengan menjadi contoh positif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Polres Sumenep berkomitmen mendukung program ketahanan pangan. Apa yang dilakukan petani milenial di Desa Kasengan ini merupakan langkah maju yang patut diapresiasi karena mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” kata Kompol Widiarti.

Ia menilai sektor pertanian masih memiliki peluang ekonomi yang besar, terutama jika dikelola dengan pendekatan modern dan berbasis teknologi.

Metode Machida Tingkatkan Produktivitas Melon

Metode Machida yang diterapkan dalam budidaya melon tersebut diketahui mampu meningkatkan hasil produksi. Dalam satu batang tanaman, petani dapat menghasilkan sekitar 20 hingga 30 buah melon dengan kualitas yang relatif seragam dan sesuai kebutuhan pasar modern.

Kompol Widiarti mengatakan, penerapan pertanian presisi dapat menjadi solusi untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi petani, termasuk keterbatasan lahan dan kebutuhan menjaga kualitas hasil panen.

“Kami berharap inovasi seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian,” ungkapnya.

Sementara itu, penyuluh pertanian yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai keberadaan petani milenial yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi modal penting dalam pembangunan sektor pertanian daerah.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk kepolisian, pemerintah, dan pelaku pertanian, modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Sumenep diharapkan terus berkembang sehingga mampu menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.