www.peristiwaJatim.com.ǁBangkalan,14 Juli 2026-Optimalisasi tata kelola operasional, efisiensi, sumber daya, dan standardisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan memanfaatkan masa libur sekolah pada 22 Juni-13 Juli 2026.
Langkah ini ditempuh sebagai upaya evaluasi secara menyeluruh setelah pihak Kejaksaan Agung menetapkan menahan tiga pimpinan BGN berikut empat orang lainnya dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program MBG.
Meski belum menghasilkan arah kebijakan baru di bawah kepemimpinan Nanik S Deyang, Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana, namun beredar di kalangan masyarakat bahwa siswa SMA/SMK berpotensi tidak lagi menjadi prioritas penerima manfaat Program MBG.
Informasi tentang siswa SMA/SMK tidak lagi prioritas sebagai penerima manfaat semakin santer di kala distribusi MBG kembali dimulai seiring berakhirnya masa libur sekolah, Senin (13/7/2026).
Terlebih ketika SMAN 1 beserta MTsN Bangkalan untuk sementara menunda penerimaan MBG selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dalam sepekan ke depan.
Dikonfirmasi atas berkembangnya informasi bahwa siswa SMA/SMK tak lagi prioritas penerima manfaat Program MBG, Satgas MBG Pemkab Bangkalan, Bambang Budi Mustika memastikan, hingga saat ini pihaknya belum menerima regulasi baru dari pihak BGN di bawah kepemimpinan Nanik S Deyang.
“Kami sejauh ini tidak bisa mengakses portal BGN setelah terjadi penangkapan oleh Kejaksaan Agung terhadap pimpinan BGN. Namun catatan terakhir kami per 2 Juni 2026, total penerima manfaat MBG di Kabupaten Bangkalan sejumlah 297.026 orang dari total 123 SPPG yang beroperasi,” ungkap Bambang.
Namun, lanjut Bambang, pihaknya sepakat untuk penerima manfaat MBG hanya sampai anak usia SD, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) karena tumbuh kembang anak dimulai sejak fase 3B hingga anak usia SD.
“Masa pertumbuhan anak ya di fase itu, sangat butuh asupan gizi secara maksimal. Sejauh ini, jumlah penerima manfaat di Bangkalan lebih banyak siswa SD, untuk SMP-SMA tidak begitu banyak,” pungkas Bambang.
Tidak Semua Siswa SMA dari Kalangan Keluarga Mampu
Hal sebaliknya diungkapkan Asisten Lapangan SPPG Bungsang Bangkalan, Rengga Adittya Pratama.
Menurutnya, siswa SMA/SMK masih membutuhkan distribusi MBG.
Sebagaimana hasil pemantauannya saat pelaksanaan distribusi di sejumlah SMA/SMK menjelang pelaksanaan masa libur panjang.
“Secara pribadi saya tidak setuju (siswa SMA/SMK dihapus sebagai penerima manfaat), karena mereka selalu bertanya kapan MBG akan kembali didistribusikan,” ungkap Rengga.
Selama sepakan pelaksanaan MPLS, lanjutnya, pihaknya telah bersepakat dengan dua lembaga pendidikan, SMAN 1 dan MTsN Bangkalan berkaitan penundaan distrubusi MBG.
Distribusi akan kembali dilakukan pada Senin (20/7/2026).
Kondisi itu disebut Rengga mengurangi produksi dapur SPPG yang awalnya sebanyak 2.742 porsi menjadi 415 porsi atau menyusut sekitar 2.500 porsi.
Ratusan porsi itu hanya untuk distribusi ibu menyusui, ibu hamil, dan balita atau 3B, serta siswa SMK Pelayaran Brajaguna.
“Belum tentu semua siswa SMA itu berasal dari keluarga mampu, jadi harus tetap sebagai penerima manfaat. Namun juga tergantung pihak sekolah, kalau tetap dengan MoU silakan, atau berhenti tidak masalah. Tapi saya pribadi mesti tetap jalan untuk SMA,” pungkasnya.
