www.peristiwaJatim.com.ǁSumenep,11 Juni 2026-Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget Sumenep, Madura, menunjukkan kesiapsiagaannya dalam mendukung penanganan kondisi darurat di laut melalui kegiatan Wet Drill Medical Evacuation (Medivac) yang digelar bersama PT Radiant Utama Interinsco (RUI) dan Medco pada Rabu (10/6/2026).
Kegiatan simulasi tersebut menggambarkan proses evakuasi seorang awak kapal Pan Marine 14 yang mengalami kondisi medis darurat saat bertugas di wilayah Blok Maleo.
Blok Maleo adalah wilayah kerja pertambangan minyak dan gas bumi (migas) lepas pantai yang terletak di Selat Madura, tepatnya di perairan Kepulauan Giligenting, Kabupaten Sumenep.
Dalam skenario latihan, korban mengalami cedera pada tangan (hand injury) disertai gangguan kardiovaskular yang membutuhkan penanganan medis secepat mungkin.
Untuk mempercepat proses pertolongan, korban dievakuasi melalui jalur laut menuju Pelabuhan Kalianget guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas mengatakan, untuk mendukung kelancaran proses tersebut, pihaknya mengerahkan Kapal Negara Patroli Kelas IV dan Kapal Negara Patroli Kelas V untuk melakukan pengamanan jalur pelayaran yang dilalui kapal evakuasi.
Langkah itu dilakukan agar perjalanan menuju pelabuhan berlangsung aman, lancar dan bebas hambatan.
Sehingga korban dapat segera mendapatkan bantuan medis.
“Pengamanan alur pelayaran menjadi salah satu aspek penting dalam operasi evakuasi karena berkaitan langsung dengan kecepatan respons terhadap kondisi darurat di laut,” ungkap Azwar Anas.
Menguji Kesiapan Personel
Kegiatan Wet Drill Medivac ini sekaligus menjadi sarana menguji kesiapan personel dan prosedur penanganan keadaan darurat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sektor maritim.
Selain itu, latihan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dan komunikasi antarinstansi sehingga setiap unsur yang terlibat mampu menjalankan tugasnya secara efektif ketika menghadapi situasi nyata.
Melalui simulasi ini, seluruh pihak dapat mengevaluasi sistem penanganan darurat sekaligus memastikan bahwa prosedur evakuasi medis di laut berjalan sesuai standar keselamatan pelayaran.
Pihaknya menegaskan dan berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan keselamatan pelayaran dan perlindungan jiwa manusia di laut.
“Sinergi antara KSOP, perusahaan pelayaran, operator migas, dan pihak terkait lainnya dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem tanggap darurat yang cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegasnya.
Kegiatan Wet Drill Medivac tersebut, menjadi bukti pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan maritim dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat yang dapat terjadi di wilayah perairan.
