Cosplay Jadi Wanita, Peserta Gerak Jalan di Bangkalan Pertontonkan Gerakan Tak Pantas Menuai Sorotan

www.peristiwaJatim.com.ǁBangkalan,11 Agustus 2026-Antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan Lomba Gerak Jalan tingkat SMA sederajat dan umum di Kabupaten Bangkalan, Madura, Minggu (9/8/2026), diaktualisasikan melalui beragam kreativitas.

Mulai dari penyajian kostum unik hingga gerakan-gerakan yang bersifat hiburan, mewarnai semarak momen Lomba Agustusan dalam setiap peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Namun kemunculan sebuah video yang menyuguhkan tim peserta gerak jalan pria yang cosplay menjadi wanita, menuai sorotan, karena memperagakan gerakan-gerakan tubuh tidak senonoh di tengah khalayak penonton gerak jalan.

“Kalau urusan cosplay atau kostum unik, itu tidak masalah. Tapi ketika gestur tubuh mereka seperti itu, apalagi dengan cosplay wanita seksi, saya sebagai kaum perempuan merasa direndahkan,” ujar warga Bangkalan, Nia Kurnia, Selasa (11/8/2026).

Dalam video berdurasi 1 menit 18 detik yang beredar secara masif di media sosial, tim peserta gerak jalan pria itu kompak mengenakan kostum seragam menyerupai penampilan perempuan.

Mulai dari wig atau rambut palsu pirang, topi pantai berwarna merah muda, kaus berwarna putih, rok di atas lutut berwarna putih, serta sepatu dan kaus kaki berwarna putih.

Terdapat pula nomor 380 yang terpasang pada salah satu peserta yang berada di barisan depan sisi tengah.

“Ada juga beberapa peserta tim gerak jalan pria yang sama-sama cosplay perempuan, tapi tidak melakukan gerakan-gerakan yang aneh-aneh. Saya melihatnya masih wajar, tapi kalau sambil menampilkan gerakan tubuh yang tidak pantas, itu yang merendahkan nilai-nilai perempuan,” pungkas Nia.

Peserta Liar, Sempat Dikeluarkan Panitia

Sekretaris I Panitia Pelaksanaan Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kabupaten Bangkalan, Moawi Arif, mengungkapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kepada masyarakat Kabupaten Bangalan atas ketidaknyamanan tersebut.

“Insiden dari salah satu peserta yang terindikasi kurang pantas dan dipertontonkan di khalayak umum, kami selaku panitia memastikan bahwa peserta tersebut tidak terdaftar dalam pelaksanaan lomba,” tegas Arif yang juga menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangkalan itu, Selasa (11/8/2026).

Sejak satu pekan sebelum pelaksanaan lomba, lanjutnya, pihak panitia dalam kesempatan technical meeting telah memaparkan aturan, hak dan kewajiban peserta  yang telah disepakati bersama, termasuk penilaian perlombaan yang telah ditetapkan berdasarkan jarak tempuh dan ketepatan waktu.

“Juga tentang pakaian, kerapian, kekompakan, itu sudah dituangkan dalam technical meeting. Bahwa pakaian disepakati tidak lepas dari rambu-rambu dan nilai-nilai sesuai Perda Bangkalan sebagai Kabupaten Dzikir dan Sholawat,” jelas Arif.

Ia menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan seluruh panitia bahwa pelaksanaan Lomba Gerak Jalan yang melintasi rute-rute tertentu telah ditempatkan personel pengamanan dari unsur Satpol PP dan kepolisian.

Namun pihaknya mengakui masih ada keterbatasan personel, sehingga ada celah-celah yang dimanfaatkan peserta tak terdaftar untuk masuk ke rute jalur gerak jalan.

“Sempat dikeluarkan oleh petugas keamanan, tapi yang namanya masyarakat tetap ingin berpartisipasi. Sekali lagi, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya. Ini menjadi atensi dan evaluasi kami di kegiatan-kegiatan mendatang,” pungkas Arif.