www.peristiwaJatim.com.ǁBangkalan,2 Agustus 2026-Ratusan alumni Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berikut Universitas Bangkalan (Unibang) larut dalam nostalgia masa kebersamaan rekan-rekan kuliah di Taman Kampus UTM, Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2026) malam.
Bahkan beberapa keluarga alumni, memutuskan untuk menginap di kampus dengan fasilitas penginapan yang telah disediakan secara gratis oleh pihak Panitia Gala Dinner dan Reuni Akbar UTM 2026.
Lagu–lagu tembang kenangan mulai dari Kisah-kasih di Sekolah karya Obbie Messah hingga Andaikan Kau Datang milik Koes Plus yang dibawakan grup band mahasiswa UTM lintas UKM, menambah suasana Gala Dinner dan Reuni Akbar UTM itu semakin akrab berbalut rasa kekeluargaan.
Momen temu kangen yang dikemas dengan jamuan makan malam itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis Ke-25 UTM atau Ke-45 Unibang.
Total alumni yang hadir dan mengisi Google Form terdata sebanyak 620 alumni.
Ketua Pelaksana Reuni Akbar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UTM, Fajar, SH, MH mengungkapkan, angka kehadiran keluarga alumni yang terpantau di lokasi lebih banyak dari yang terdata melalui Google Form.
“Alumni juga ada yang konfirmasi bahwa malam hari ini menginap karena oleh Pak Rektor disediakan penginapan gratis. Terdata sudah ada 5 alumni beserta kularganya yang menginap di kampus UTM untuk bernostalgia,” singkat Fajar dalam paparanya.
Selain Rektor UTM, Prof Dr Safi’, SH, MH, hadir pula Ketua Senat UTM, Prof Dr M Nizarul Alim, MSi, Ak, CA, para guru besar, para wakil rektor, seluruh dekan fakultas, Ketua Komisi D DPRD Jatim sekaligus Ketua IKA UTM, H Abdul Halim, SH, MH serta anggota Komisi I DPR RI, H Slamet Ariyadi, MSos selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) IKA UTM.
Tanggung Jawab Moral Membangun Madura
Ketua IKA UTM, H Abdul Halim, SH, MH dalam arahannya menegaskan, perjalanan kampus tercintanya hingga sejauh ini merupakan sebuah keberhasilan luar biasa yang ditorehkan Rektor Prof Safi’ beserta Civitas Akademika UTM.
Sehingga UTM kini identikan dengan Kampus Unggul, Tangguh, dan Mandiri.
“Semoga ini menjadi sebuah pondasi untuk menjadikan UTM semakinmelaju pesat. Tentu kita sebagai alumni memiliki tanggung jawab moral dalam rangka terlibat untuk memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan atas kemajuan kampus tercinta kita.
Karena itu, kita dikumpulkan selain bernostalgia, merekatkan persaudaraan, dan persahabatan, kita harus ikut memikirkan kampus ini ke depan,” tegas Halim.
Ia menjelaskan, secara normatif meski sudah terpisah atau terlepas dari kampus tetapi keberadaan IKA UTM merupakan wadah alumni untuk bersama-sama saling bergandengan tangan memiliki tanggung jawab agar UTM tetap menjadi kampus terbaik, khususnya di Pulau Madura.
Apalagi, lanjut politisi Partai Gerindra itu, empat kabupaten di Pullau Madura; Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep selalu berada di peringkat yang memprihatikan di berbagai indeks pembangunan di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.
“Karena itu UTM menjadi wadah penting agar semakin bermanfaat dan berdampak terhadap pembangunan empat kabupaten di Pulau Madura,” jelas Halim.
Madura Kaya Sumber Daya Alam
Menjadikan empat kabupaten di Pulau Madura berdiri sejajar dengan kabupaten/kota lain di Jawa Timur menurut Halim, bukanlah pekerjaan mudah. Tidak bisa kemudian secara parsial dan individual untuk memikirkan, memajukan, dan meningkatkan derajat ekonomi masyarakat Madura.
Selaku anggota legisltif daerah pilih Madura, Halim beserta Sekjen IKA UTM, H Slamet Ariyadi, tentu mempunyai data dan angka bahwa Madura mempunyai potensi minyak dan gas, tembakau yang luar biasa, produksi garam melimpah, serta budaya karapan sapi yang tidak dimiliki daerah lain.
“Karena itu kita sebagai intelektual, insan akademik yang lahir dari rahim kampus UTM, saya sebagai Ketua Alumni mengajak seluruh alumni untuk menjadikan kampus UTM sebagai laboratorium pembangunan di Madura,” tegas Halim.
Ia berharap kesempatan Gala Dinner dan Reuni Akbar 2026 ini merupakan langkah awal yang baik untuk secara simultan bisa dilaksanakan setiap tahun. Tentu saja dengan sumbangsih-sumbangsih pemikiran konstruktif bagi kemajuan UTM dan masyarakat di Pulau Madura.
“Secara teknis barang kali nanti kita bisa dikoordinasikan dan dikomunikasikan. Tetapi atas banyaknya alumni yang tersebar di seluruh bidang profesi di Jawa Timur maupun di Indonesia, saya kira ini potensi luar biasa untuk kita berharap bahwa UTM akan menjadi Laboratorium Pembangunan Madura. Ini tanggug jawab kita secara moral, khususnya Keluarga Besar Alumni UTM,” pungkas Halim.
Rektor Pertama dari Mahasiswa Unibang Lulusan UTM
Jauh sebelum bertransformasi sebagai Kampus Negeri pada 5 Juli 2001, UTM berdiri di tahun 1981 dengan nama Universitas Bangkalan atau Unibang yang belum mempunyai gedung kuliah. Barulah pada tahun 1986, Unibang mempunyai satu gedung di sisi depan meski tidak sebesar gedung-gedung sekarang.
Rektor UTM, Prof Dr Safi;, SH, MH merupakan salah seorang alumnus UTM lulusan tahun 2002 sekaligus saksi atau pelaku sejarah momen Unibang bertransformasi menjadi kampus negeri di tahun 2001 berkat tangan dingin Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahmn Wahid atau Gus Dur.
“Unibang dan UTM tanpa kita sadarai ternyata mengalami siklus 20 tahunan, saya alhamdulillah diberi kesempatan untuk selalu ikut dalam proses siklus 20 tahunan itu,” ungkap Prof Safi’ dalam sambutannya.
20 tahun pertama, lanutnya, Unibang yang berdiri pada tahun 1981 sebagai kampus swasta bertransformasi dan berubah status dari kampus swasta menjadi kampus negeri pada tahun 2001, tepatnya 5 Juli.
‘Itu siklus 20 tahum pertama, saya menjadi mahasiswa Fakultas Hukum Unibang dan lulus tahun 2002 sebagai wisudawan pertama UTM. Jadi saat masa transisi dari swasta dan negeri, saya kebetulan dipercaya menjadi Presiden Mahasiswa (Presma) di tahun 2001,” kenag Prof Safi’.
Setelah bertransformasi sebagai kampus negeri, UTM masih berstatus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Satuan Kerja (Satker). Kemudian siklus 20 tahun berikutnya, UTM berubah status menjadi PTN Badan Layanan Umum (BLU) pada 22 Mei 2023 dan tinggal setapak lagi menuju PTN Baadan Hukum (PTN-BH).
“Kebetulan secara tidak sengaja juga, saya tahun 2001 menjadi Presma di sini, 20 tahun berikutnya atau 2022 diberi amanah menjadi Rektor UTM. Saya alumni pertama yang diberi amanah menjadi rektor,” tutur Prof Safi’.
Lulusan UTM Tak Lagi Dipandang Remeh
Saat mengawali jabatan rektor, Prof Safi’ mencatat UTM masih memiliki 33 prgoram studi (prodi). Namun menjelang empat tahun masa jabatan periode pertamanya sebagai rektor, Prof Safi’ bersama jajarannya telah menjadikan sebanyak 51 prodi.
“Dan lengkap, mulai dari diploma, S1 S2, dan S3. Termasuk yang paling sulit untuk didirkan oleh perguruan tinggi adalah Fakultas Kedokteran. Alhamdulillah di usia UTM ke-25 atau ke-45 sejak Unibang berdiri, di Madura telah beridir Fakultas Kedokteran.
Target kami di tahun ini akan ada tambahan lagi sebanyak 8 prodi sehingga total nanti bisa menjadi 59 prodi. Itu kalau yang sedang berproses ini diberi kelancaran dan kesukseskan izinnya bisa terbit semua di tahun ini,” paparnya.
Bersama jajarannya, lanjut Prof Safi’, capaian yang telah diraih merupakan upaya untuk meningkatkan nilai manfaat dan nilai keberkahan UTM kepada masyarakat. Menu-menu pendidikan yang dibutuhkan masyarakat telah dipersiapkan secara maksimal yang telah diikhtiarkan bersama dalam bingkai kekompakan semua pihak.
“Dengan harapan, warga Madura tidak perlu lagi kuliah ke luar Madura dan cukuplah di UTM. Kami juga tidak sekedar menambah prodi tetapi juga berikhtiar untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan,” terang Prof Safi’.
Tekad UTM menyelenggarakan pendidikan berkualitas terbayar dengan Akreditasi Unggul yang menjadikan UTM sebagai Perguruan Tinggi Terakreditasi Unggul ke-123 di Indonesia, dari total sekitar 4.400 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Saat ini pun, lanjut Prof Safi’, tidak ada lagi prodi di UTM yang terakreditasi C melainkan Terakreditasi Unggul sebanyak 15 prodi, Terakreditasi Internasional sebanyak tujuh prodi, selebihnya Terakreditasi Baik Sekali.
“Ini perlu kami lakukan dalam rangka memastikan kualitas mutu yang kita selenggarakan sudah melebihi standar nasional. Dengan harapan lulusan atau alumni kita tidak diremehkan oleh pasar, tidak diremehkan oleh perguruan tinggi lain, karena kita sama dengan mereka,” tegas Prof Safi’.
Ia mengapresiasi gelaran Gala Dinner dan Reuni Akbar sekaligus menjadi ajang urun rembug sehingga melahirkan masukan-masukan yang konstruktif untuk pengembangan dan kemajuan UTM di masa mendatang.
“Tentu akan menjadi preseden baik bagi UTM ke depannya dengan keterlibatan dukungan dan doa para alumni. Insya Allah UTM terus semakin kokoh dalam mencerdaskan kehidupan bagsa, serta ikut serta dalam memajukan kesejahteraan umum,” pungas Prof Safi’.
