www.peristiwaJatim.com.ǁSampang,30 Juni 2026-Seorang pria berinisial M (25), warga Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, tidak berkutik saat diringkus pihak kepolisian.
Dia diamankan Tim URC Satreskrim Polres Sampang atas dugaan kekerasan seksual terhadap perempuan di bawah umur secara berulang.
Pelaku diduga menjalankan aksinya sejak akhir tahun 2025 hingga April 2026.
Kasus ini baru terungkap setelah keluarga korban mengetahui kondisi korban yang ternyata telah hamil.
Kasat Reskrim Polres Sampang, Iptu Nur Fajri Alim mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan polisi yang diterima pada 18 Juni 2026.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa terakhir terjadi pada 25 April 2026, malam,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Korban Lakukan Perlawanan
Saat melakukan aksinya, pelaku diduga menghubungi korban melalui aplikasi WhatsApp (WA) dan mengajaknya bertemu di area belakang kandang sapi miliknya.
Sesampainya di lokasi, tersangka diduga melancarkan aksi kekerasan seksual terhadap korban.
Korban disebut sempat menolak dan melakukan perlawanan.
Namun, tersangka diduga memaksa korban serta mengancam agar kejadian tersebut tidak diceritakan kepada siapapun.
“Atas ancaman itu membuat korban memilih bungkam,” terang Iptu Nur Fajri Alim.
Beberapa bulan kemudian, keluarga korban mulai curiga setelah mengetahui adanya perubahan kondisi pada korban.
Saat didesak untuk bercerita, korban akhirnya mengaku bahwa tindakan pelaku bukan hanya terjadi sekali, melainkan berulang kali.
Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Hasilnya, pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, polisi berhasil menangkap tersangka.
“Pelaku melakukan perbuatannya karena nafsu,” ungkapnya.
Pelaku kemudian diamankan ke Mapolres Sampang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Barang Bukti
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu potong pakaian milik korban.
“Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 473 ayat (2) huruf b juncto Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana juncto Pasal 126 ayat (1) KUHP,” tegas Iptu Nur Fajri Alim.
Saat ini penyidik tengah melengkapi berkas perkara, sekaligus menyiapkan proses penahanan terhadap tersangka sebelum berkas dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).
