12 Kecamatan di Sampang Masuk Kategori Kering Kritis, Jadi Prioritas Dropping Air Bersih

www.peristiwaJatim.com.ǁSampang,19 Juli 2026-Sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Sampang, Madura, ditetapkan masuk kategori kering kritis pada musim kemarau 2026.

Wilayah-wilayah tersebut menjadi prioritas penyaluran bantuan air bersih apabila dampak kekeringan semakin parah dalam beberapa pekan ke depan.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak 29 Mei hingga 31 Oktober 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau.

“Untuk wilayah kering kritis akan menjadi prioritas apabila dilakukan dropping air bersih,” ujarnya, Minggu (19/7/2026).

Adapun 12 kecamatan yang masuk kategori kering kritis meliputi Banyuates, Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Omben, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.

Selain wilayah kering kritis, BPBD juga mengelompokkan sejumlah kecamatan dalam kategori kering langka, yakni Banyuates, Pangarengan, dan Jrengik.

“Sementara Kecamatan Pangarengan, Sampang, dan Ketapang masuk kategori kering terbatas,” terang Mohammad Hozin.

Menurutnya, wilayah yang masuk kategori kering langka maupun kering terbatas masih memiliki sumber air.

Namun, debitnya mulai menurun akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau.

“Pada wilayah tersebut sumber air masih ada, hanya debitnya mulai berkurang karena curah hujan yang rendah,” tuturnya.

Meski status siaga darurat telah diberlakukan, hingga pertengahan Juli 2026 BPBD Sampang mengaku belum menerima permohonan resmi bantuan air bersih dari desa-desa terdampak.

Namun demikian, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran untuk mendukung distribusi air bersih apabila kondisi kekeringan semakin meluas.

“Diperkirakan musim kemarau masih akan berlangsung hingga September 2026,” pungkasnya