www.peristiwaJatim.com.ǁBangkalan,15 April 2026-Protes kader Partai NasDem terhadap Majalah Tempo semakin meluas di berbagai daerah.
Giliran puluhan kader dan fungsionaris DPD Partai NasDem Bangkalan berkumpul di kantor DPD, Kelurahan Mlajah, Bangkalan, Rabu (15/4/2026), untuk meluapkan kekesalan dan mendesak DPP Partai NasDem menempuh jalur hukum.
Ketua DPD Partai NasDem Bangkalan, Nasih Aschal menilai framing dan fitnah yang dilakukan Majalah Tempo terhadap Partai NasDem dan Ketua Umum Surya Paloh membuat seluruh kader partai merasa terluka.
“Ini adalah inisatif seluruh kader se-Indonesia untuk menyuarakan ke pemerintah agar Tempo diberikan sanksi yang sekeras-kerasnya. Karena framing ini membuat seluruh kader, selain merasa tersakiti, tentu fitnah dan framing semakin membuat masyarakat melihat Partai NasDem melupakan prinsipnya,” tegas Lora Nasih, sapaan Nasih Aschal, Rabu (15/4/2026).
Kecaman dan aksi protes dari para kader di sejumlah daerah bermula dari isu merger Partai NasDem dan Partai Gerindra yang diulas Majalah Tempo edisi 13-16 April 2026 dengan sampul berjudul ‘PT NasDem Indonesia Raya Tbk.’ Sebagaimana dikutip dari TribunBengkulu.com edisi Selasa (14/4/2026).
Lora Nasih menyampaikan, seluruh kader dan funsionaris Partai NasDem tunduk dan patuh kepada apa yang diperintahkan oleh DPP.
Hingga saat ini, restorasi masih terus menjadi semangat para kader untuk memperjuangkan setiap aspirasi masyarakat.
Secara politik Partai NasDem akan terus konsisten mengawal isu-isu perubahan serta tetap konsisten terhadap cita-cita restorasi Indonesia.
“Kami sekali lagi mendesak pemerintah melalui KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) agar ada tindakan tegas terhadap Tempo yang dengan sengaja melakukan fitnah dan framing kepada ketua kami dan Partai NasDem,” kata Lora Nasih.
Desak DPP Partai NasDem Menempuh Jalur Hukum
Dengan suara bergetar, Lora Nasih menyebutkan, fitnah dan framing yang telah dilakukan Majalah Tempo melalui berita-berita maupun sejumah meme sungguh melukai hati seluruh kader Partai NasDem.
Menurutnya, fitnah dan framing tersebut sudah mengarah ke pencemaran nama baik partai dan ketua umum.
Karena itu, aksi para kader di daerah merupakan wujud cinta kepada partai dan Ketua Umum Surya Paloh.
“Kami akan terus menunggu instruksi DPP. Kami mendesak DPP agar segera melapor ke KPI dan pemerintah, mungkin juga melaporkan ke aparat. Apapun itu, intinya kami meminta DPP mengambil langkah-langkah hukum agar kemudian hari, partai kami tidak semakin diperlakukan seperti ini,” pungkasnya.
