www.peristiwaJatim.com.ǁSampang,20 Agustus 2026-Warga di puluhan desa yang terdampak kekeringan di Kabupaten Sampang, Madura, masih harus menunggu bantuan air bersih, Kamis (20/8/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang menunda rencana distribusi air bersih yang sebelumnya dijadwalkan mulai Agustus 2026.
Penyaluran kini ditargetkan baru berjalan pada akhir Agustus.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, mengatakan, penundaan tersebut berkaitan dengan proses penyusunan teknis distribusi, terutama penentuan jadwal dan rute menuju desa-desa yang menjadi prioritas.
“Rencananya distribusi dilakukan akhir Agustus ini,” ujar Fajar Arif, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, tantangan distribusi cukup besar.
BPBD mencatat terdapat 12 kecamatan yang masuk kategori kering kritis.
Dari wilayah tersebut, sebanyak 78 desa diprioritaskan untuk mendapatkan suplai air bersih.
Namun, luasnya wilayah terdampak belum sebanding dengan ketersediaan armada yang dimiliki pemerintah daerah.
“Saat ini BPBD Sampang memiliki dua unit mobil tangki dan satu unit tangki lagi milik PDAM yang juga disiapkan untuk membantu distribusi,” terangnya.
Gandeng Penyedia Jasa Tangki Air Lokal
Dengan keterbatasan tersebut, BPBD berupaya mencari alternatif agar bantuan tetap bisa menjangkau lebih banyak warga.
Salah satunya dengan menggandeng penyedia jasa tangki air lokal.
Selain itu, BPBD juga tengah memproses kerja sama dengan PDAM untuk pengadaan air bersih yang akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
“Untuk anggaran yang telah disiapkan sebesar Rp75 juta,” pungkasnya.
