Kemarau di Bangkalan, 4 Kali Terjadi Kebakaran dalam Sehari, Damkar Ingatkan Warga Lebih Waspada

www.peristiwaJatim.com.ǁBangkalan,23 Juli 2026-Personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Bangkalan, Madura, berjibaku memadamkan kobaran api di empat lokasi berbeda dalam sehari, Rabu (22/7/2026).

Tiga kejadian kebakaraan di antaranya merupakan lahan kosong, sementara satu kejadian lainnya atau yang keempat menimpa sebuah gudang reparasi mobil di Desa Kramat, Bangkalan, sekitar pukul 20.00 WIB.

Lahan kosong terbakar pertama terjadi di sepetak area rerumputan di Kelurahan Mlajah sekitar pukul 12.00 WIB.

Kebakaran kedua menimpa satu rumpun bambu di Desa Padurungan, Kecamatan Tanah Merah pada pukul 14.00 WIB.

“Kejadian kebakaran ketiga di akses Suramadu dari arah Surabaya ke Bangkalan, tepatnya di area Tanean Lanjeng. Di situ ada sebuah lahan kosong seluas sekitar dua hektare terbakar,” ungkap Kasi Penyelamatan Damkar Satpol PP Bangkalan, Ortiz Iskandar, Rabu (22/7/2026).

Proses pemadaman lahan seluas 2 hektare di akses Suramadu yang menyerupai kawasan savana itu membutuhkan waktu sekitar satu jam dengan kekuatan dua armada Damkar.

“Tidak ada korban, namun terbakarnya lahan seluas sekitar dua hektare di akses Suramadu itu sempat membuat warga sekitar panik karena kobaran api dengan cepat merambat dan meluas,” jelas Ortiz.

Jangan Pergi saat Bakar Sampah

Tiga kejadian kebakaran lahan kosong dan satu kebakaran gudang reparasi mobil dalam sehari menegaskan, betapa terik dan panasnya cuaca di tengah puncak musim kemarau yang menerjang Kabupaten Bangkalan dalam dua pekan terakhir.

“Tiga kebakaran lahan kosong itu kami menduga diawali warga membersihkan sampah dan membakarnya, mohon jangan tinggalkan lokasi saat membakar sampah. Sementara kebakaran gudang disebabkan karena tumpahan solar,” tegas Ortiz.

Ia berharap kepada semua lapisan masyarakat agar tetap hati-hati dan lebih meningkatkan waspada dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

Terutama yang berkenaan dengan benda-benda yan mudah terbakar.

“Saat ini kondisi cuaca sedang ekstrem, selain panas dan terik juga embusan angin sangat kencang. Sehingga ketika terjadi kebakaran, kobaran api dengan epat merambat. Hingga pekan ketiga di Bulan Juli ini, ada sembilan kali kejadian kebakaran,” pungkasnya.