www.peristiwaJatim.com.ǁBangkalan,22 Juli 2026-Selain sebagai sarana refleksi dan evaluasi kinerja, Dies Natalies Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan ke-25 juga menjadi momen wujud syukur civitas akademika yang dituangkan melalui gelaran Tabligh Akbar UTM Bersholawat di halaman Gedung Utama Rektorat, Selasa (21/7/2026) malam.
Mereka larut dalam gema sholawat bersama ribuan masyarakat, tokoh ulama, Forkopimda Bangkalan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Mengawali sambutannya, Rektor UTM, Prof Dr Safi mengungkapkan rasa terima kasih yang tidak terhingga atas partisipasi dan kehadiran masyarakat dalam majelis sholawat sebagai ungkapan syukur atas keberadaan UTM yang telah menapaki usia seperempat abad.
“Alhamdulillah bapak dan ibu sekalian masih menyempatkan untuk menghadiri UTM Bersholawat sebagai bagian dari rangkaian acara Hari Lahir atau Dies Natalis UTM ke-25. Ini membuktikan bahwa eksistensi atau keberadaan UTM diakui dan dibutuhkan untuk terus tumbuh dan berkembang dalam rangka ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkap Prof Safi.
Selain Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Jafar, hadir dalam kesempatan itu Kasubdit Pendidikan Mahad Aly Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Dr Mahrus, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Dr Akhmad Sruji Bahtiar, Ketua PCNU Bangkalan, KH Makki Nasir, hingga Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur, KH Maruf Khozin.
Sebagai ungkapan syukur dan wujud apresiasi kepada masyarakat dan seluruh civitas akademika, UTM pada momen Dies Natalies ke-25 ini memberikan hadiah utama berupa sembilan paket ibadah umrah.
Lebih banyak dua paket dari tahun sebelumnya, yakni tujuh paket ibadah umrah.
“Kami sediakan sembilan paket ibadah umrah ke Tanah Suci Makkah. Satu paket di antaranya kami undi malam ini dan sisanya, yakni delapan paket ibadah umrah akan kami undi pada acara Pesta Rakyat, Jalan Sehat, dan Festival Sate Nusantara pada Sabtu, 25 Juli 2026 mendatang,” jelas Prof Safi.
Undian hadiah satu paket ibadah umrah diraih mahasiswa Fakultas Keislaman, Elok Faikotul Hasanah, hadiah sepeda gunung dibawa pulang mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, Riki Yakub, tiga buah kipas angin masing-masing diraih dua mahasiswa dan seorang warga.
Dirikan 10 Prodi Baru
Menapaki usia seperempat abad, keberadaan Kampus Negeri UTM yang berlokasi di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangalan, Madura, itu semakin Tumbuh, Berdaya, dan Berdampak Nyata bagi masyarakat.
Sebagaimana tema yang dipilih UTM pada Dies Natalis ke-25 tahun 2026.
Saat ini UTM telah memiliki sebanyak 48 Program Studi (Prodi) dengan jumlah mahasiswa mencapai 21 ribu dari seluruh wilayah di nusantara termasuk mahasiswa dari sembilan negara.
Prof Safi memaparkan, UTM juga sedang memproses 10 prodi baru dengan rincian tiga prodi baru berada di lingkungan Kemenag RI dan tujuh prodi baru berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain, dan Teknologi (Kemndiktisaintek) RI.
“Alhamdulllah kehadiran beliau (Dr Mahrus) memberikan kabar baik bahwa satu dari tiga prodi yang sedang diajukan, izinnya sudah terbit dari Kemenag RI. Semoga dua lainnya segera menyusul. Semoga tujuh prodi baru lainnya yang juga sedang berproses di Kemendiktisaintek juga segera terbit,” harap Prof Safi.
Madura Sejajar dengan Daerah Maju di Indonesia
Dies Natalis ke-25 menjadi momen spesial bagi UTM dan masyarakat di empat kabupaten di Pulau Madura; Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep. Seiring diterbitkannya izin pendirian Fakultas Kedokteran (FK) dan menjadi satu-satunya FK di Pulau Madura.
“Ini merupakan fakultas terberat dan tersulit untuk didirikan oleh semua kampus yang ada di Indonesia. Namun kami ingin menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa Madura itu bisa seperti daerah-daerah lain di Indonesia, kampus yang ada di Madura bisa melakukan seperti kampus-kampus besar lainnya di Indonesia,” tegas Prof Safi.
Tekad UTM mendirikan FK tidak lepas dari kesenjangan rasio dokter dan penduduk di Pulau Madura degan rata-rata satu dokter melayani 7.000 penduduk Madura.
Kondisi ini disebut Prof Safi membenamkan Indeks Pembangunan Manusa (IPM) di Madura di urutan bawah, karena salah satu tolok ukur IPM adalah pelayanan kesehatan, selain pendidikan dan ekonomi atau daya beli masyarakat.
“Masih sangat timpang dibanding daerah-daerah lain di Indonesia. Pada umumnya di Indonesia rasio dokter dan penduduk adalah satu dokter melayani 3.000 penduduk, padahal idealnya satu dokter melayani 1.000 penduduk,” papar Prof Safi.
Dengan berdirinya FK, lanjutnya, UTM ikut andil dalam upaya meningkatkan terwujudnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Madura dengan lahirnya dokter-dokter yang menempuh studi di UTM.
“Maka dari itu, pak bupati dan pak wabup, mari kita bersama-sama pemerintah daerah lain di Pulau Madura segera melaju untuk melompat menjadi daerah maju seperti daerah lainnya di Indonesia. Ke depan tidak ada alasan lagi daerah di Madura IPM selalu ada di deretan terbawah,” pungkas Prof Safi.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian gemilang UTM dalam seperempat abad ini yang dikemas dengan Tabligh Akbar UTM Bersholawat sebagai ungkapan wujud syukur.
“Kegiatan malam ini merupakan salah satu pengaktualisasian Perda Bangkalan, yakni Perda Dzikir dan Sholawat. Tentunya harapa kami, nilai-nilai keislaman yang diajarkan Nabi Mhammad SAW betul-betul diimplementasikan dalam kehidupan di lingkungan kampus dan lingkungan sosial kemasyarakatan,” ungkap Lukman.
Ia berharap, UTM di masa mendatang, semakin menjadi kampus negeri kebanggan masyarakat di Pulau Madura, Jawa Timur, dan Indonesia yang selalu unggul, inovatif, dan mampu melahirkan SDM-SDM berkarakter dan berdaya saing.
“Sehingga lulusan UTM mampu memberikan konstribusi nyata bagi Bangkalan, Madura, maupun Indonesia,” pungkas Lukman.
