Polisi Dalami Misteri Kerangka Manusia di Camplong Sampang, Lakukan Olah TKP Lanjutan
www.peristiwaJatim.com.ǁSampang,29 Januari 2026-Polisi masih terus mendalami penemuan kerangka manusia di lubang bekas galian Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Kamis (29/1/2026).
Satreskrim Polres Sampang kembali melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan guna mengungkap penyebab kematian dan latar belakang kematian korban.
Dalam proses tersebut, polisi melibatkan Tim Inafis Polda Jawa Timur serta Dokpol Polda Jatim guna memastikan keakuratan identifikasi dan penyelidikan.
Tim gabungan dipimpin oleh Kasi Inafis Dirreskrimum Polda Jatim, Kompol Soekris Trihartono, bersama enam personel.
Dari hasil penyisiran lanjutan di lokasi, petugas kembali menemukan sisa rangka tulang manusia yang diduga merupakan bagian tubuh korban.
Temuan tersebut langsung diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Tak berhenti di lokasi penemuan awal, tim gabungan juga melakukan ekshumasi atau pembongkaran ulang makam kerangka tulang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Pajudan, Kecamatan Sampang.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelengkapan identifikasi serta kebutuhan autopsi lanjutan,” kata Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, Kamis (29/1/2026).
Usai proses ekshumasi, kerangka tulang korban dibawa ke RSUD Sampang untuk dilakukan autopsi ulang dan penyusunan struktur tulang oleh tim medis.
Proses tersebut bertujuan membantu kepolisian mengungkap penyebab kematian korban secara lebih detail.
Pihak RSUD Sampang menyerahkan kembali kerangka tulang korban kepada pihak keluarga.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke Surabaya untuk dimakamkan di tempat pemakaman keluarga.
“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap fakta sebenarnya,” pungkasnya.
Makam Dibongkar
Makam kerangka yang ditemukan di lubang bekas galian di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, dibongkar.
Kerangka yang belum diketahui identitasnya itu, kemudian dipindahkan ke Surabaya, Jawa Timur.
Pembongkaran makam dilakukan setelah sejumlah orang mendatangi Polres Sampang dan mengaku memiliki hubungan keluarga dengan korban.
Mereka datang secara terpisah dan menyebutkan beragam relasi, mulai dari kakak kandung, mertua, hingga anak dari korban.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengatakan, saat proses pemakaman awal dilakukan, identitas korban memang belum berhasil diungkap.
“Setelah dimakamkan, datang beberapa orang yang mengaku sebagai keluarga korban dan meminta agar kerangka dipindahkan ke tempat keluarga,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa status identitas korban hingga kini masih belum dapat dipastikan.
Sebab, pihak yang mengaku keluarga tersebut menolak dilakukan pemeriksaan DNA, sehingga proses pembuktian ilmiah tidak dapat dilakukan.
Untuk melengkapi penyelidikan, tim forensik Polda Jawa Timur bersama Satreskrim Polres Sampang kembali melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Langkah lanjutan ini ditempuh karena kerangka yang ditemukan sebelumnya tidak dalam kondisi utuh.
“Kerangka yang ditemukan tidak lengkap, sehingga olah TKP lanjutan masih diperlukan,” jelasnya.
Sementara itu, Humas RSUD Sampang, Amin Jakfar Sodiq, membenarkan keterlibatan pihak rumah sakit dalam proses pemindahan kerangka ke Surabaya.
Namun, peran RSUD sebatas membantu proses pengantaran.
“Kami hanya membantu pengantaran ke Surabaya. Untuk alasan dan proses hukumnya menjadi kewenangan kepolisian,” pungkasnya.
Warga Mengaku Keluarga Korban
Seorang anggota keluarga yang mengaku kehilangan kerabat mendatangi Polres Sampang pada Sabtu (24/1/2026) untuk mencocokkan informasi.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan kedatangan pihak keluarga tersebut.
“Benar, ada keluarga yang datang dan menyampaikan bahwa yang bersangkutan diduga bernama Fauzan,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
Menurut Eko, keluarga yang datang diduga merupakan saudara dari korban.
Sementara, istri korban diketahui berada di Malaysia sehingga tidak bisa hadir secara langsung.
“Yang datang ke Polres itu saudaranya, karena istrinya saat ini berada di Malaysia,” jelasnya.
Berdasarkan data e-KTP, pria bernama Fauzan tercatat sebagai warga kelahiran Sampang yang belakangan menetap di kawasan Sidoyoso Kali Selatan, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya.
Identifikasi semakin menguat setelah pihak kepolisian menghubungi istri korban melalui sambungan telepon.
Dari pengakuannya, istri mengenali sejumlah ciri yang ditemukan bersama kerangka tersebut.
“Istri korban mengaku mengenali pakaian yang ditemukan bersama kerangka, termasuk dari struktur gigi,” imbuh Eko.
Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan belum berhenti.
Penyebab kematian korban masih menjadi fokus utama pendalaman aparat.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah kematian korban mengarah pada tindak pidana atau disebabkan faktor lain,” pungkasnya.
Sempat Dimakamkan Tanpa Nama
Jasad tinggal kerangka yang ditemukan di lubang bekas galian di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, telah dimakamkan pada Sabtu (24/1/2026).
Setelah sekitar tiga hari berada di RSUD Sampang tanpa adanya pihak keluarga yang datang atau data pembanding yang memadai, pihak rumah sakit akhirnya memakamkan jenazah tersebut di Tempat Pemakaman Umum Kekek Pajudan, Sampang.
Proses pemakaman dilakukan dengan pengawalan dan disaksikan langsung oleh aparat kepolisian.
“Sudah dimakamkan kemarin sekitar pukul 14.00 WIB dan disaksikan oleh pihak Reskrim,” tutup Humas RSUD Sampang, Amin Jakfar, Minggu (25/1/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim DVI, petugas hanya mampu memastikan bahwa kerangka tersebut berjenis kelamin laki-laki.
Perkiraan usia korban berada pada rentang 19 hingga 34 tahun, dengan tinggi badan diperkirakan antara 163 hingga 173 centimeter.
Kemudian, dari hasil pemeriksaan tulang, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Kronologi Penemuan Jasad
Warga Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia dewasa di sebuah lubang bekas galian, Rabu (21/1/2026) pagi.
Penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di Dusun Gayam, tepatnya di lokasi bekas galian tanah berukuran sekitar 200 centimeter x 50 centimeter dengan kedalaman kurang lebih satu meter.
Kerangka manusia itu ditemukan dalam kondisi masih mengenakan pakaian lengkap.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo membenarkan adanya temuan tersebut.
“Kerangka manusia dewasa ditemukan lengkap dengan pakaian berupa jaket hoodie, celana jeans, sandal, ikat pinggang, kemeja, serta celana dalam,” ujarnya.
Penemuan bermula saat seorang operator alat berat bernama Wisholus Sholihin, warga Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Sampang, tengah melakukan pemerataan tanah menggunakan ekskavator.
Kegiatan itu untuk keperluan pembangunan bangunan milik Pondok Pesantren Nazhatut Thullab di Desa Prajjan, Kecamatan Camplong.
Saat hendak menutup lubang galian yang sebelumnya tergenang air dan ditumbuhi pohon akasia serta rumput, alat berat yang dioperasikan saksi secara tidak sengaja menarik kerangka manusia beserta pakaian yang melekat.
“Saat ini kerangka manusia tersebut telah diamankan dan disimpan di RSUD Sampang guna kepentingan identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut,” tuturnya.
Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas korban serta penyebab kematian.
“Kami telah berkoordinasi dengan pengelola Pondok Pesantren Nazhatut Thullab, meminta keterangan para saksi, dan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

