Pengeboran Air di Bangkalan Diduga Keluarkan Minyak, Polisi Ambil Sampel
www.peristiwaJatim.com.ǁBangkalan,8 Januari 2026-Kemunculan cairan menyerupai minyak mentah berwarna pekat di pekarangan rumah Auda (43), warga Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan menjadi perhatian masyarakat setempat, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan pengeboran air yang sudah berlangsung selama 11 hari hingga kedalaman 105 meter terpaksa dihentikan karena masyarakat semakin banyak berdatangan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, Moh Zainul Qomar mengungkapkan, cairan yang diduga minyak mentah itu meluap ke atas tanah sehingga memantik warga datang secara berbondong-bondong untuk melihat sekaligus memasukkan ke jeriken.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Muspika Klampis termasuk dengan pihak kepala desa beserta perangkatnya, untuk sementara menutup area lubang sumur bor itu,” ungkap Qomar, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, kejadian di luar dugaan pihak tuan rumah beserta petugas jasa bor sumur terjadi pada kedalaman 105 meter.
Awalnya kedalaman pengeboran ditargetkan mencapai 120 meter dengan harapan mendapatkan air bersih.
“Selain menutup area lubang sumur bor, kami bersama pihak Polsek dan Koramil Klampis melakukan pengamanan di lokasi,” pungkas Qomar.
Viral di WA
Fenomena kemunculan cairan diduga minyak mentah juga menjadi sasaran fokus kamera video ponsel warga dan beredar di sejumlah grup WhatsApp.
Sejumlah video memperlihat air bercampur cairan berwarna pekat meluber dari bawah perangkat alat bor.
Terdapat pula video berdurasi 20 detik dengan latar suara, ‘Izin komandan setelah kami tes dari pada minyak yang keluar di Desa Panyaksagan tetap menyala, ada apinya komandan’.
Sementara Kasih Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama mengungkapkan, untuk sementara pihaknya memastikan bahwa dari kegiatan pengeboran air itu hanya mengeluarkan cairan diduga minyak mentah saja, tidak diikuti gas seperti yang ramai diperbincangkan.
“Di pekarangan rumah, persis depan rumah warga. Kami telah mengambil sampel cairan itu untuk dilakukan uji laboratorium di UTM (Universitas Trunojoyo Madura).”
“Sesuai permintaan tuan rumah, ditutup sementara agar masyarakat tidak berbondong-bondong,” singkat Agung

