www.peristiwaJatim.com.ǁSampang,1 April 2026-Nama Pangeran Trunojoyo telah lama dikenal luas sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perlawanan terhadap kekuatan asing di Nusantara.
Kiprahnya dalam menghadapi dominasi Kesultanan Mataram dan VOC menjadikannya sosok pahlawan yang dihormati, khususnya oleh masyarakat Madura.
Sebagai bentuk penghormatan, nama Pangeran Trunojoyo kini diabadikan di berbagai tempat di Pulau Madura.
Mulai dari nama jalan dan alun-alun di Kabupaten Sampang, hingga menjadi nama bandara di Kabupaten Sumenep.
Selain itu, terdapat pula Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang turut mengabadikan namanya sebagai simbol perjuangan dan kebanggaan masyarakat Madura.
Di balik besarnya nama tersebut, terdapat sejumlah situs bersejarah yang berkaitan dengan kehidupan Pangeran Trunojoyo.
Salah satu yang cukup dikenal adalah Pebabaran Pangeran Trunojoyo yang berada di Kabupaten Sampang.
Tempat ini diyakini sebagai lokasi yang memiliki nilai historis penting, karena menjadi tempat penguburan ari-ari sang pahlawan setelah dilahirkan.
Secara etimologis, istilah “pebabaran” berasal dari kata “babar” atau “babbar” yang berarti lahir.
Setelah mengalami penambahan imbuhan, kata tersebut berkembang menjadi “pebabaran” yang memiliki arti sebagai tempat kelahiran.
Hal ini semakin memperkuat keyakinan masyarakat bahwa lokasi tersebut memiliki kaitan erat dengan awal kehidupan Pangeran Trunojoyo.
Lokasi
Pebabaran ini terletak di Jalan Pahlawan, Kelurahan Rongtengah, yang masih berada di kawasan pusat Kabupaten Sampang.
Akses menuju lokasi tergolong mudah dijangkau.
Dari Monumen Trunojoyo, pengunjung hanya perlu menempuh jarak sekitar 200 meter untuk tiba di situs tersebut.
Di area Pebabaran, terdapat sebuah bangunan kecil yang menjadi penanda utama lokasi.
Bangunan ini dipercaya sebagai tempat penguburan ari-ari Pangeran Trunojoyo.
Meski tampak sederhana, keberadaan bangunan tersebut menyimpan nilai sejarah yang tinggi dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah Madura.
pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang terus berupaya menjaga keberadaan situs tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Sampang, Abd Basit, menyampaikan, Pebabaran Pangeran Trunojoyo merupakan salah satu situs bersejarah yang dikelola oleh pihaknya.
Ia juga menjelaskan, pada tahun ini pemerintah daerah telah menyiapkan tenaga kebersihan untuk menjaga kondisi lokasi agar tetap terawat.
Upaya pelestarian ini diharapkan dapat menjaga nilai sejarah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat warisan budaya.
Pebabaran Pangeran Trunojoyo tidak hanya menjadi simbol kelahiran seorang pahlawan, tetapi juga menjadi pengingat akan perjuangan dan identitas masyarakat Madura.
Dengan keberadaan situs ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal sejarah lokal yang sarat makna.
Selain itu, Pebabaran juga berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Sampang yang dapat menarik minat pengunjung dari berbagai daerah.
