Kuatkan Ekonomi Masyarakat Bangkalan, LMI Gelar Program Kerupuk Tirami di Madura

www.peristiwaJatim.com.ǁBangkalan,29 November  2025-Untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas usaha mikro, LMI Jawa Timur Perwakilan Bangkalan Madura melaksanakan pendampingan lanjutan kepada salah satu Penerima Manfaat (PM).

Pendampingan diberikan kepada pengusaha Kerupuk Tirami di Desa Kesek, Kabupaten Bangkalan melalui peninjauan produksi dan pemberian arahan terkait pengembangan usaha, Selasa (25/11/2025).

Tria Wulandari, Fasilitator Pendayagunaan LMI Jawa Timur Perwakilan Bangkalan, menjelaskan usaha kerupuk rumahan milik Ibu Haliyati yang menggunakan bahan baku khas pesisir Madura ini memiliki potensi besar untuk berkembang, namun memiliki kendala pada modal usaha.

Untuk mendorong perkembangan usaha tersebut, LMI memberikan bantuan modal usaha berupa uang tunai sebesar Rp1.500.000 untuk mendukung pengembangan produksi Kerupuk Tirami.

Tak hanya memberikan modal usaha, Tria menjelaskan bahwa LMI juga memberikan pendampingan dan pemberdayaan secara rutin untuk memastikan terciptanya manfaat yang berkelanjutan. Pendampingan tersebut meliputi peninjauan proses produksi, kebutuhan peralatan, sekaligus memahami kendala yang dihadapi oleh pemilik usaha.

“Kami mempelajari langsung proses produksi mulai dari menggoreng hingga mengemas kerupuk untuk memahami alur produksi usaha. Dengan begitu, evaluasi yang dapat diberikan akan tepat sasaran,” jelasnya.

Setelah melakukan pendampingan tersebut, Tria menyebut bahwa mereka menemukan kendala berupa alat pemotong kerupuk yang masih manual sehingga mengakibatkan jumlah produksi tidak maksimal. “Kendala ini baru teridentifikasi saat pendampingan.

“Ke depan, InsyaAllah kami akan memberikan dukungan alat pemotong agar produksi lebih banyak dan efisien,” sambungnya.

Selain alat pemotong kerupuk, hasil evaluasi juga menghasilkan arahan terkait efisiensi produksi, peningkatan kualitas kemasan, hingga inovasi rasa untuk memperluas pasar.

“Kami juga mendorong dan mendampingi perubahan strategi pemasaran agar Kerupuk Tirami memiliki daya saing yang lebih baik. Setiap produk nantinya juga akan diurus sertifikasi halalnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ibu Haliyati selaku pemilik usaha mengaku merasakan adanya perkembangan signifikan pada usahanya setelah menerima modal usaha dan pendampingan. Omzet bulanan mulai meningkat, jumlah produksi bertambah, dan pesanan dari warga sekitar semakin stabil.

“Distribusi kerupuk saya sekarang menjangkau lebih banyak warung dibanding sebelumnya,” tuturnya.

Terakhir, ia sangat bersyukur atas pendampingan dan perhatian yang telah diberikan LMI Jawa Timur Perwakilan Bangkalan Madura terhadap usahanya. Ia juga berharap usahanya dapat terus berkembang menjadi sumber penghasilan yang lebih baik bagi keluarganya dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

“Semoga program pemberdayaan ini semakin luas manfaatnya dan menjadi jalan kebaikan sekaligus pahala jariyah bagi para donatur yang telah membantu penguatan ekonomi masyarakat di Bangkalan,” tutupnya penuh harap.