Kartu Merah Bikin Madura United Kehilangan Kendali Lawan PSIM

www.peristiwaJatim.com.ǁPamekasan,11 Januari 2026-Pelatih Madura United, Carlos Parreira, memberikan tanggapan usai timnya kalah 0-3 dari PSIM Yogyakarta dalam lanjutan Super League yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Sabtu (10/1/2026) malam.

Carlos Parreira menilai hasil akhir pertandingan belum sepenuhnya mencerminkan jalannya laga, khususnya penampilan Madura United pada babak pertama.

Menurutnya, timnya tampil cukup baik sebelum insiden kartu merah yang mengubah dinamika permainan.

“Hasilnya tidak adil bagi kami. Dengan apa yang kami lakukan di babak pertama, kami tidak pantas kalah 3-0 hari ini,” ujar Carlos Parreira seusai pertandingan.

Dia menyebut, selama kurang lebih 40 menit sebelum kartu merah terjadi di babak pertama, Madura United mampu mengendalikan permainan dan menjalankan rencana dengan baik.

Namun, situasi berubah setelah tim harus bermain dengan sepuluh pemain.

“Saya pikir dalam 40 menit sebelum kartu merah, kami bermain sangat baik.”

“Sayangnya, kartu merah kembali memutus jalannya pertandingan. Dalam aspek ini, kami kurang beruntung karena terjadi dua kali secara beruntun,” ungkapnya.

Meski demikian, Carlos Parreira menegaskan dirinya tidak mempersoalkan keputusan kartu merah tersebut.

Sebab, pelanggaran yang terjadi memang berujung pada hukuman berat dari wasit.

“Saya terkejut dengan beberapa keputusan, tetapi saya tidak berbicara soal kartu merah karena itu memang kartu merah,” katanya.

Bermain dengan jumlah pemain yang tidak lengkap kata dia, membuat situasi pertandingan menjadi sangat sulit.

Meski demikian, pihaknya menegaskan timnya harus segera bangkit dan menatap laga-laga berikutnya.

“Kami kalah setelah kartu merah. Sangat sulit membicarakan pertandingan seperti ini karena ada banyak keputusan yang terjadi.”

“Namun kami harus terus bekerja keras dan move on. Ini sudah terjadi dan kami harus siap,” jelasnya.

Terkait insiden kartu merah, Carlos Parreira mengatakan tim pelatih akan melakukan evaluasi bersama para pemain dengan menunjukkan rekaman pertandingan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami akan berbicara dengan pemain dan menunjukkan video agar mereka memahami apa yang sebenarnya terjadi,” tuturnya.

“Kami juga harus menghormati keputusan wasit di sini. Pemain harus mengerti dan bermain lebih disiplin agar tidak mendapatkan kartu merah lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, mewakili para pemain, Novan Sasongko turut menyampaikan permohonan maaf kepada suporter Madura United atas hasil yang diraih pada laga tersebut.

“Saya mewakili teman-teman pemain, pertama-tama saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena belum bisa memberikan kemenangan malam ini,” katanya.

Novan menegaskan, para pemain berkomitmen untuk bekerja lebih keras pada putaran kedua kompetisi demi meraih hasil yang lebih maksimal.

“Terima kasih atas dukungan yang terus diberikan,” tutupnya.