www.peristiwaJatim.com.ǁSurabaya,4 Desember 2025-PT Sumatraco Langgeng Makmur, perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan pengolahan garam, menegaskan kembali komitmennya dalam menerapkan prosedur kontrol internal yang konsisten dan berstandar tinggi di seluruh tahapan proses produksi. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Direktur PT Sumatraco Langgeng Makmur, Nurhadi Wiyono, perusahaan terkait peningkatan kualitas produksi dan persiapan ekspansi pasar internasional.
Dalam keterangan resminya, Nurhadi Wiyono menjelaskan bahwa penguatan kontrol internal merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap produk garam yang diproduksi memenuhi ketentuan keamanan pangan yang berlaku, baik di tingkat nasional maupun internasional. Perusahaan secara bertahap telah mengadopsi dan menerapkan standar operasional berbasis HACCP, Good Manufacturing Practice (GMP), serta ISO 22000 guna menjamin kualitas, kebersihan, dan keamanan produk.
Menurut Nurhadi, implementasi standar tersebut mencakup:Pengawasan menyeluruh terhadap bahan baku sejak proses awal,Pemantauan proses pemurnian dan kristalisasi dengan sistem kontrol yang terukur,Verifikasi kualitas pada setiap titik kritis produksi,Penerapan sistem dokumentasi internal terstruktur dan dapat diaudit,Pelaksanaan audit internal berkala untuk memastikan efektivitas prosedur.
“Konsistensi penerapan kontrol internal merupakan fondasi utama dalam menjamin mutu produk. Kami memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai standar keamanan pangan sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional,” ujar Nurhadi Wiyono.
Pabrik PT Sumatraco Langgeng Makmur yang berlokasi di Surabaya kini menerapkan prosedur kontrol terintegrasi, termasuk penggunaan peralatan laboratorium yang telah ditingkatkan guna mendukung proses pengujian kualitas secara real-time. Selain itu, perusahaan telah membangun sistem tracking internal untuk memonitor alur produk dari tahap awal hingga pengemasan akhir.
Penguatan pengawasan ini juga diikuti dengan pelatihan intensif yang diberikan kepada seluruh tim operasional dan quality control. Pelatihan difokuskan pada peningkatan kompetensi teknis, pemahaman prosedur keamanan pangan, serta ketepatan dalam dokumentasi.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, PT Sumatraco Langgeng Makmur tengah mempersiapkan ekspansi ke pasar Jepang, dengan prioritas utama distribusi ke daerah Yokohama, salah satu pusat logistik pangan dan pelabuhan utama di negara tersebut. Proses penjajakan kerja sama dengan sejumlah distributor di Jepang kini sedang berlangsung.
Untuk memenuhi standar impor Jepang yang sangat ketat, perusahaan telah melakukan harmonisasi proses produksi dan dokumentasi sesuai regulasi yang ditetapkan otoritas setempat.
“Pasar Jepang menuntut standar yang sangat tinggi, sehingga ketepatan proses produksi dan kontrol internal menjadi faktor krusial. Kami telah memulai penyesuaian standar dan memastikan kesiapan perusahaan dalam menghadapi persyaratan tersebut,” kata Nurhadi.
Guna mendukung keberlanjutan dan ekspansi ke pasar internasional, PT Sumatraco Langgeng Makmur juga melaksanakan sejumlah pembaruan teknologi yang meliputi:Modernisasi mesin pemurnian garam,Penerapan sistem kontrol digital dan pengawasan berbasis sensor,Implementasi prosedur laboratorium internal untuk pengujian cepat (rapid test),Optimalisasi sistem sanitasi dan kebersihan area produksi.
Perusahaan memastikan seluruh pembaruan dilakukan sesuai pedoman keamanan pangan dan regulasi industri.
PT Sumatraco Langgeng Makmur menegaskan bahwa komitmen terhadap kualitas dan keamanan pangan merupakan prinsip utama dalam operasional perusahaan. Dengan konsistensi penerapan prosedur kontrol internal dan peningkatan kapasitas produksi, perusahaan optimis dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat daya saing produk garam Indonesia di level global.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu dan keandalan produk melalui penerapan standar yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Langkah ini menjadi bagian dari visi perusahaan untuk berperan aktif dalam industri garam nasional dan internasional,” tutup Nurhadi Wiyono.
