Brigade Pangan Sasar Petani Milenial di Sampang: Gaji dari Pengelolaan Lahan, Manajer Wajib S1

Poin Penting:

  • Brigade Pangan adalah program dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional dengan menggerakkan petani milenial (usia 15–39 tahun) di Sampang
  • Program ini dilaksanakan di sembilan kecamatan di Sampang
  • Pelaksanaan Brigade Pangan di Sampang kemungkinan akan dimulai pada tahun 2026

www.peristiwaJatim.com.ǁSampang,16 Oktober 2025-Brigade Pangan Sasar Petani Milenial di Sampang: Gaji dari Pengelolaan Lahan, Manajer Wajib S1

Guna memperkuat ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) RI kini menyasar kalangan muda di Kabupaten Sampang, Madura, melalui program Brigade Pangan.

Kegiatan sosialisasi program ini, yang bertujuan untuk menggerakkan petani milenial, kini telah memasuki tahap pelaksanaan di sembilan kecamatan di wilayah tersebut.

Program ini difokuskan untuk menggerakkan petani milenial agar mampu mengelola lahan secara modern, profesional, dan terintegrasi.

Tujuannya, meningkatkan produktivitas pertanian dan mendorong swasembada pangan berkelanjutan.

Pembimbing Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang, Arofah Herani Astutik, mengatakan bahwa Brigade Pangan diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanian di daerah.

“Kalau sebelumnya petani hanya panen sekali, dengan program ini diharapkan bisa dua kali. Selain itu, juga memotivasi kembali semangat petani milenial di Sampang,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).

Menurutnya, peserta Brigade Pangan harus berusia 15–39 tahun dan terdiri dari 15 petani milenial per kelompok, dengan pendidikan minimal SD bagi peserta lokal dan SLTA bagi peserta dari luar daerah.

“Kriterianya harus jujur, pantang menyerah, dan punya jiwa wirausaha.”

“Sedangkan untuk posisi manajer Brigade Pangan wajib lulusan S1 karena harus mampu memimpin dan mengelola lahan seluas 100 hektare,” terang Arofah.

Sembilan kecamatan yang telah ditetapkan sebagai daerah sasaran program meliputi Sampang, Banyuates, Tambelangan, Omben, Torjun, Ketapang, Camplong, Karang Penang, dan Jrengik.

“Gajinya nanti bersumber dari hasil pengelolaan lahan. Pelaksanaannya kemungkinan mulai berjalan pada tahun 2026,” tuturnya.

Diketahui, pembentukan Brigade Pangan akan melalui tujuh tahapan, yakni pengajuan, musyawarah, persiapan dokumen, pengajuan ke PPL, input data, pelaporan, dan pengukuhan.