Agar Tak Terjadi Tragedi Lagi Seperti Al Khoziny, Pemkab Bangkalan Periksa Bangunan Ratusan Ponpes

www.peristiwaJatim.com.ǁBangkalan,17 Oktober 2025-Pemkab Bangkalan melakukan pemeriksaan terhadap ratusan bangunan pondok pesantren.
Tujuannya untuk mencegah agar tragedi Ponpes Al Khoziny tak terulang.
pengecekan struktur bangunan Pondok Pesantren di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur mulai dilakukan untuk mencegah terjadinya bangunan ambruk seperti yang terjadi di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, M Hasan Faisol mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan pengecekan kondisi bangunan 220 ponpes yang ada di Bangkalan.
“Saat ini kami masih proses penilaian atau asesmen terhadap bangunan di Ponpes dan kita juga terus berkoordinasi dengan Kemenag,” kata Hasan, Jumat (17/10/2025).

Ia mengatakan, penilaian kelayakan struktur gedung sudah mulai dilakukan di Ponpes Nurul Cholil dan Ponpes Nurul Amanah.

Hasilnya, dua Ponpes itu memiliki kualitas bangunan yang layak.

“Hasil pengecekan yang kami lakukan, gedungnya aman dan layak serta sesuai standar teknis bangunan,” imbuhnya. Ia mengaku, saat ini masih fokus untuk menilai dan mengecek kualitas bangunan daripada mengecek Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang harus dimiliki setiap Ponpes.
“Kita fokus dengan gedung terlebih dahulu terutama yang memiliki bangunan bertingkat, ini menghindari hal yang tidak kita inginkan,” ungkapnya.Sementara itu, Kepala Seksi Pondok Pesantren, Kantor Kementrian Agama Bangkalan, Miftahul Arifin mengatakan, saat ini terdapat sebanyak 220 lembaga Ponpes di Bangkalan.
“Totalnya ada 220 Ponpes. Semuanya memiliki ijin operasional kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.
Saat ini pihaknya telah mengerahkan sejumlah penyuluh untuk melakukan pendataan terkait SLF dan PBG di semua pesantren yang ada. “Kami mulai melakukan pendataan, nanti kalau sudah rampung bisa kita ketahui,” pungkasnya.

Sebelumnya, tragedi ambruknya mushala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo menjadi sorotan setelah menelan puluhan korban jiwa. Usai kejadian itu, Presiden Prabowo meminta agar seluruh bangunan Ponpes diaudit dan dievaluasi untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa.