Bupati Achmad Fauzi Ajak Pelajar Gemar Literasi, Ingatkan Bijak Gunakan Media Digital

www.peristiwaJatim.com.ǁSumenep,7 Oktober 2026-Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak generasi muda menjadikan budaya literasi sebagai bekal utama menghadapi perkembangan zaman.

Menurutnya, literasi tidak sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membentuk pola pikir kritis, kreativitas, serta karakter.

Pesan itu disampaikan bupati saat menghadiri Pekan Literasi 2026 di SMAN 1 Sumenep, Jawa Timur, pada Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, budaya literasi harus terus ditanamkan sejak di lingkungan sekolah, karena memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berpengetahuan dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Budaya literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengolah pengetahuan, serta menyampaikan gagasan secara baik dan bertanggung jawab,” katanya.

Ia menilai, kegiatan seperti Pekan Literasi perlu terus dikembangkan agar membaca, menulis, berdiskusi, dan berkarya menjadi kebiasaan sehari-hari di kalangan pelajar.

Menurut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini, masa depan Kabupaten Sumenep sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Selain itu, dirinya mengingatkan para pelajar agar memanfaatkan perkembangan teknologi digital secara positif.

Di tengah derasnya arus informasi, siswa dituntut mampu memilah informasi yang benar serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Para pelajar harus memanfaatkan kemajuan teknologi untuk belajar dan berkarya, agar menjadi generasi yang cerdas dalam menerima informasi, tidak mudah percaya begitu saja, dan mampu menggunakan media digital untuk hal-hal yang produktif,” paparnya.

Dukung Pembangunan Daerah

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep ini berharap, Pekan Literasi 2026 mampu memunculkan semangat baru bagi para siswa untuk terus membaca, menulis, dan menghasilkan karya yang bermanfaat, baik bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Menurutnya, generasi muda yang memiliki budaya literasi akan lebih siap menghadapi tantangan masa depan sekaligus menjadi kekuatan dalam mendukung pembangunan daerah.

“Para pelajar hendaknya gemar membaca, berani menulis, kritis dalam berpikir dan kreatif dalam berkarya, demi membangun Kabupaten Sumenep semakin maju,” terangnya.