Menang Undian Umrah Dies Natalis ke-25, Petugas Kebersihan UTM Bangkalan Sulit Tidur Semalaman

www.peristiwaJatim.com.ǁBangkalan,5 Oktober 2026-Seorang cleaning service atau petugas kebersihan di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, Jawa Timur, Moh Hosen (33), beranjak dari tempat duduknya bersama delapan orang lainnya saat Seremonial Pemberangkatan Pemenang Hadiah Umrah di Lantai 9 Gedung Utama Rektorat UTM, Senin (5/10/2026).

Mereka akan bertolak ke Tanah Suci Makkah untuk melaksanakan ibadah umrah pada Jumat (9/10/2026).

Satu kupon hadian utama ibadah umrah itu diundi bersamaan dengan kegiatan Jalan Sehat dan Festival Sate Nusantara yang merupakan rangkaian kegiatan puncak peringatan Dies Natalis UTM ke-25 di pelataran Kampus Negeri UTM pada 25 Juli 2026 lalu.

Meski sudah dua bulan telah berlalu, namun Hosen masih tampak grogi bahkan tak kuasa menahan perasaan haru ketika diminta memberikan pernyataan di hadapan Rektor UTM, Prof Dr Safi, Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Jafar, Wakil Rektor I, II, III, perwakilan Bank BTN, hingga sejumlah donatur hadiah utama sembilan paket umrah.

“Yang saya hormati bapak rektor dan segenap panitia Dies Natalis UTM ke-25, termasuk Ibu Nailur yang sudah banyak membantu. Saya bersama keluarga mengucapkan banyak terima kasih,” ungkap warga Desa Junganyar, Kecamatan Socah, Bangkalan, itu dengan nada suara bergetar.

Satu pemenang kupon berhadiah ibadah umrah lainnya juga sehari-hari bekerja sebagai tenaga kebersihan di UTM, Ridhok.

Namun ia menggantikan keberangkatan anaknya yang masih berusia bocah.

Sementara tujuh pemenang lainnya terdiri dua mahasiswa UTM; Elok Faiqotul dan Midhat Hidayat, Lintang Cahaya Pratiwi (siswi SDIT) yang berangkat ditemani ibunya, Abd Aziz (PPPK Guru Paruh Waktu SMPN 1 Kamal), serta tiga warga sipil; Siti Jamilah, Ana Tsalisatun N, dan Mohammad Riza.

Hati Belum Siap, Umrah Diberikan ke Istri 

Hosen bekerja sebagai petugas kebersihan UTM sejak tahun 2018 atau terhitung sudah selama 8 tahun.

Dalam setiap bulannya, bapak satu anak itu mendapatkan gaji sebesar sekitar Rp2,4 juta.

Setiap hari, Hosen mulai berangkat dari rumah pada pukul 06.45 WIB dan tiba di tempat kerjanya, lingkungan Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UTM pada pukul 06.55 WIB dan pulang pada pukul 16.30 WIB.

“Dan mohon maaf kepada pak rektor dan segenap panitia, saya sendiri belum siap untuk berangkat ke sana (Makkah). Tetapi alhamdulillah amanah (ibadah umrah) ini saya berikan kepada istri. Mohon maaf juga istri tidak bisa hadir karena anak saya sedang sakit,” tutur Hosen.

Ditemui saat beraktivitas di salah satu toilet Gedung FEB UTM, Hosen mengaku hingga saat ini masih diselimuti perasaan grogi, kaget, tidak percaya bahwa dirinya mendapatkan hadiah ibadah umrah.

“Saya masih tidak percaya setelah mendengar nama saya dipanggil saat pengundian, saya sangat senang dan bercampur bingung karena hati saya belum siap untuk ziarah umrah. Di sini saja, wali-wali (dosen dan teman kerja) masih jarang yang pergi umrah,” ungkap Hosen .

Satu Malam Tak Bisa Pejamkan Mata 

Sebagaimana civitas akademika UTM lainnya, Hosen juga mendaftar melalui ponselnya untuk mendapatkan kupon Jalan Sehat dalam rangkaian puncak kegiatan Dies Natalis UTM ke-25 yang digelar pada Minggu (26/7/2026) pagi.

Namun Hosen memutuskan daftar beberapa jam menjelang penutupan atau setelah jam istirahat pekerjaan membersihkan Tanean Kampus UTM pada Sabtu (25/7/2026) siang.

Keesokan pagi harinya, Hosen meninggalkan rumah selepas waktu salat Subuh sekitar pukul 05.00 WIB karena kegiatan Jalan Sehat digelar di waktu pagi.

Ia sempat melarang istri dan anaknya, Mashuhah (25) dan Safira Husna (5) untuk turut bergabung mengikuti gelaran Jalan Sehat di UTM.

“Karena setelah Jalan Sehat saya langsung kerja membersihkan taman. Selain khawatir mengganggu fokus kerja, kondisi keuangan saat itu sedang tidak baik. Khawatir juga anak terlalu banyak jajan,” terangnya dengan nada lirih.

Ketika momen undian sembilan hadiah utama berlangsung, Hosen masih sempat keluar lingkungan kampus setelah diminta seseorang untuk membelikan rokok.

Meski demikian, ia kembali di saat waktu yang tepat saat nomor kupon dan namanya disebut oleh panitia

“Setiba di rumah tidak bisa tidur semalam suntuk karena memikirkan hadiah ibadah umrah, karena hati saya belum siap,” terangnya.

Pada pagi harinya, lanjut Hosen, ia berbicara terus terang kepada istrinya, Mashuhah tentang suasana hatinya.

Dengan harapan, Mashuhah bersedia menggantikan dirinya pergi ke Makkah untuk beribadah umrah

“Istri menangis karena bingung soal uang. Namun saya katakan semuanya sudah ada, tinggal berangkat. Termasuk urusan biaya paspor dan visa, alhamdulillah ada seorang ‘abah’ yang bersedekah. Akhirnya istri bersedia berangkat dan sudah mengikuti kegiatan manasik,” papar Hosen.

Anak Ngebet Minta Dibelikan AC   

Sejak beberapa hari sebelum undian kupon berhadih, Hosen sejatinya berharap ketiban berkah hadiah perangkat pendingin ruangan atau AC yang memang sangat didambakan anak semata wayangnya, Safira Husna.

Bahkan kepada rekan-rekan kerjanya, Hosen dengan nada bercanda pada H-1 sore meminta tolong agar besok mengangkat perangkat AC yang dimenangkannya dari kupon berhadiah Jalan Sehat.

“Sebenarnya saya tidak ingin hadian undian umrah, anak saya ingin AC karena semua tetangga sudah punya AC. Zaman sekarang, sudah canggih sehingga anak saya sering meminta dibelikan AC,” pungkasnya.

Jangan Lupa, Titip Doa untuk UTM 

Rektor UTM, Prof Dr Safi, mengungkapkan, kegiatan bersama masyarakat dari berbagai lintas elemen dalam setiap momen Dies Natalis selalu menjadi bagian penting bagi seluruh Civitas Akademika UTM.

Sekaligus sebagai bagian dari komitmen UTM untuk terus memberikan dampak kepada masyarakat.

“Alhamdulilah yang terpanggil melaksanakan ibada umrah adalah mereka yang sudah kami umumkan. Harapan kami semoga ibadah umrah mereka lancar, sehat, mabrur dan mabruroh,” ungkap Prof Safi.

Sejak UTM menjadi kampus negeri di tahun 2001, kampus negeri yang berlokasi di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, itu terus melakukan lompatan-lompatan strategis hingga diganjar Akreditas Unggul pada tahun 2024.

Satu tahun sebelumnya, status UTM kemudian menjelma sebagai lembaga Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU) di tahun 2023.

Sejauh ini, UTM memiliki sebanyak 52 program studi di 8 fakultas; Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Keislaman, dan Fakultas Kedokteran.

Terbaru, UTM menjadi bagian dari World Class University atau jajaran kampus elite dunia peringkat 2001+ versi Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027.

Ini membuktikan kualitas penyelenggaraan pendidikan UTM telah memenuhi standar dan rekognisi internasional.

“Dalam melaksanakan ibadah umrah ini, harus ikhlas dan khusyuk. Jangan lupa, titip di sela panjatan doa untuk mendoakan UTM menjadi kampus yang diridai Allah SWT. Kampus yang selalu berkembang dalam memberikan manfaat dan keberkahan kepada masyarakat,” pungkas Pro Safi.