www.peristiwaJatim.com.ǁBangkalan,5 Juli 2026-Kebutuhan air bersih di tengah musim kemarau mulai mendesak ribuan keluarga di Kabupaten Bangkalan. Hingga pekan pertama di Bulan Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan telah mendistribusikan sebanyak 300 ton atau 300.000 liter air kepada 20 desa yang tersebar di empat kecamatan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan, Arif Rachman Surya Atmaja mengungkapkan, pengiriman bantuan air bersih itu berdasarkan surat permohonan dari kecamatan-kecamatan yang hingga saat ini masih terdata sebanyak 20 desa terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
“Total liter untuk kegiatan droping air bersih untuk sementara sebanyak 300 ribu lliter, menyesuaikan permintaan dari kecamatan. Ada kecamatan yang belum mengirim data permohonan bantuan air bersih karena mungkin debit ketersediaan air masih ada,” ungkap Arif, Minggu (5/7/2026).
PanduanKota & Daerah
Launching droping air bersih dimulai dengan memberangkatkan sebanyak 3 unit truk tangki dari Mako BPBD Bangkalan di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Pejagan pada Jumat (3/7/2026).
Ketiga truk tangki masing-masing berkapasitas 5.000 liter itu mendistribusikan air bersih untuk dua desa di Kecamatan Tanah Merah; Desa Padurungan dan Desa Pangeleyan.
Data permohonan air bersih yang diterima dari BPBD Bangkalan, jumlah kelurga terdampak kekeringan di Kecamatan Tanah Merah terdiri dari 402 KK di Desa Padurungan, Desa Pacentan sejumlah 405 KK, Desa Pangeleyan sejumlah 250 KK, dan Desa Kranggan Barat sejumlah 500 KK.
Untuk Kecamatan Kokop sebanyak ribuan KK di 11 desa terdampak kekeringan yang membutuhkan pasokan air bersih. Meliputi 1.281 KK di Desa Bandasoleh dengan usulan 50 tangki, 1.771 KK di Bandang Laok dengan usulan 63 tangki, 1.737 KK di Desa Tramok dengan usulan 55 tangki.
Selanjutnya, 2.100 KK di Desa Katol Timur dengan usulan 65 tangki, 3.405 KK di Desa Durjan dengan usulan 75 tangki, 1.022 KK di Desa Kokop dengan usulan 50 tangki, 2.652 KK di Desa Tlokoh dengan usulan 35 tangki.
Sejumlah 2.456 KK di Desa Manoan dengan usulan 25 tangki, 2.200 KK di Desa Dupok dengan usulan 20 tangki, 704 KK di Desa Lembung Gunong dengan usulan 50 tangki, dan 1.770 KK di Desa Mandung dengan usulan 25 tangki.
“Sementara desa di Kecamatan Modung yang mengusulkan bantuan air bersih meliputi Desa Saplasah, Desa Gunilap, Desa Kelbung, dan Desa Klapayan dengan masing–masing mengusulkan 5 tangki ari bersih. Usulan dari Kecamatan Kwanyar hanya warga di Desa Morombuh,” papar Arif.
BMKG Prediksi Musim Kemarau Berakhir September
Musim pancaroba atau masa peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau di Kabupaten Bangkalan mulai terjadi sejak periode Mei-Juni 2026. Puncak musim kemarau diprediksi BMKG akan terjadi pada Juli-Agustus, sebagaimana disampaikan pihak BPBD Kabupaten Bangkalan.
Pemkab Bangkalan melalui Bupati Lukman Hakim telah memprioritaskan sebanyak 29 desa yang tersebar di enam kecamatan untuk mendapatkan distribusi bantuan air bersih. Namun sejauh ini, masih 20 desa dari empat kecamatan yang secara resmi telah melayangkan surat permohonan bantuan distribusi air bersih.
“Dampak kekeringan musim kemarau diprediksi BMKG hingga September, kalau El Nino sudah lewat sebenarnya karena kita masih ada hujan meski intesitasnya sudah jarang,” pungkas Arif.
