Identitas Kerangka Manusia di Sampang Menguat, Keluarga Datangi Polisi

www.peristiwaJatim.com.ǁSampang,26 Januari 2026-Misteri penemuan kerangka manusia di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura perlahan mulai menemukan titik terang.

Setelah sepekan mengundang tanda tanya publik, identitas jasad yang hanya tersisa tulang belulang itu kini diduga kuat mengarah pada seorang pria asal Sampang.

Kerangka manusia berjenis kelamin laki-laki tersebut sebelumnya ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan.

Jasad kemudian dievakuasi dan dititipkan di RSUD Sampang untuk kepentingan pemeriksaan forensik.

Libatkan TIM DVI untuk Identifikasi

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur pun diterjunkan guna mengungkap identitas korban.

Namun, dari hasil pemeriksaan awal, tim DVI baru mampu memastikan jenis kelamin serta perkiraan usia dan tinggi badan korban.

Identitas lengkap belum dapat dipastikan.

Perkembangan baru muncul setelah temuan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Seorang anggota keluarga yang mengaku kehilangan kerabat mendatangi Polres Sampang pada (24/1/2026) untuk mencocokkan informasi.

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan kedatangan pihak keluarga tersebut.

“Benar, ada keluarga yang datang dan menyampaikan bahwa yang bersangkutan diduga bernama Fausan,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

Menurut Eko, keluarga yang datang diduga merupakan saudara dari korban.

Sementara, istri korban diketahui berada di Malaysia sehingga tidak bisa hadir secara langsung.

“Yang datang ke Polres itu saudaranya, karena istrinya saat ini berada di Malaysia,” jelasnya.

Berdasarkan data e-KTP, pria bernama Fauzan tercatat sebagai warga kelahiran Sampang yang belakangan menetap di kawasan Sidoyoso Kali Selatan, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya.

Identifikasi semakin menguat setelah pihak kepolisian menghubungi istri korban melalui sambungan telepon.

Dari pengakuannya, istri mengenali sejumlah ciri yang ditemukan bersama kerangka tersebut.

“Istri korban mengaku mengenali pakaian yang ditemukan bersama kerangka, termasuk dari struktur gigi,” imbuh Eko.

Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan belum berhenti.

Penyebab kematian korban masih menjadi fokus utama pendalaman aparat.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah kematian korban mengarah pada tindak pidana atau disebabkan faktor lain,” pungkasnya.