Pilu Lansia Kakak Beradik di Sampang Hidup Serba Kekurangan di Gubuk Reyot
www.peristiwaJatim.com.ǁSampang,12 Januari 2026-Nasib lansia kakak beradik di Dusun Lenteng, Desa Nyeloh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura benar-benar memprihatinkan.
Ke duanya, Masdijha (70) dan adiknya, Patha (60) menjalani hari-hari dalam gubuk tua yang nyaris roboh, jauh dari kata layak huni.
Tanpa anak, tanpa keluarga dekat, keduanya menempati bangunan berukuran sekitar 5 x 7 meter yang berfungsi ganda sebagai tempat tidur dan dapur.
Dinding anyaman bambu tampak berlubang, atap bocor, dan lantai kerap tergenang air saat hujan turun.
Musim hujan menjadi ujian terberat mereka, air hujan dengan mudah merembes masuk, sehingga memaksa Patha menutup celah dinding dengan kain seadanya.
Aktivitas memasak pun kerap terhenti, sementara pada siang hari panas menyengat, dan malam hari hawa dingin menusuk tubuh mereka.
Nasib Masdijha kian pilu setelah mengalami patah tulang akibat terjatuh ke dalam sumur.
Sejak itu, dia lebih banyak terbaring lemah di atas dipan sederhana tanpa alas kasur memadai.
Kondisi tersebut membuat beban hidup Patha semakin berat.
Gubuk reyot itu hanya diterangi satu lampu listrik yang disambung dari rumah tetangga, dengan biaya sekitar Rp10 ribu per bulan.
Perabot rumah tangga hampir tak ada, termasuk perlengkapan tidur yang layak.
“Kami tinggal berdua, saya dan kakak saya. Tidak punya anak, tidak punya keluarga lain. Sejak kecil kami sudah ditinggal orang tua,” kata Patha, Senin (12/1/2026).
Meski hidup serba kekurangan, Patha berusaha tetap bertahan tanpa sepenuhnya menggantungkan hidup pada belas kasihan.
Satu-satunya sapi yang mereka miliki terpaksa dijual demi memenuhi kebutuhan hidup, terlebih setelah kakaknya sakit.
“Alhamdulillah pernah dapat bantuan Rp900 ribu di kantor pos. Dulu kami punya sapi, tapi setelah kakak jatuh ke sumur dan patah tulang, sapi itu kami jual untuk bertahan hidup,” katanya.
Sementara itu, Pj Kepala Desa Nyeloh, Nuning Fanani, membenarkan kondisi memprihatinkan dua lansia kakak beradik tersebut.
Menurutnya, pihak desa telah mengetahui keadaan mereka dan memastikan keduanya terdaftar sebagai penerima bantuan kesejahteraan.
“Kami sudah mengetahui kondisi nenek kakak beradik itu. Mereka terdaftar sebagai penerima bantuan kesra dan pencairannya melalui PT Pos Cabang Kedungdung,” tuturnya.
“Dari pihak desa juga ada perhatian dan bantuan,” imbuhnya.

